Selasa, 17 Desember 2013
Gadis Ini Dilarang Gunakan Namanya Sendiri
Sabtu, 05 Januari 2013
Foto : Blaer Bjarkardottir (kiri) bersama ibunya (AP)
REYKJAVIK – Blaer Bjarkadottir Pemerintah Islandia kerana tidak diperbolehkan menggunakan namanya dalam dokumen resmi. Larangan tersebut terjadi kerana nama gadis tersebut merupakan nama yang dilarang Pemerintah Islandia.
Kerana larangan itu, nama Bjarkadottir di seluruh dokumen identitinya hanya ditulis “si gadis”. Hal itu pun membuatnya kecewa kerana dia harus berulang kali menjelaskan ke orang lain kenapa ia tercatat dengan nama “si gadis”.
Selama ini, warga Islandia harus memberikan nama anaknya sesuai dengan daftar yang dimiliki oleh pemerintah. Daftar tersebut dibuat pemerintah agar orang tua tidak membuat nama yang aneh yang dapat membuat sang anak mendapat ejekan di lingkungannya.
Blaer sendiri merupakan nama yang umum dimiliki oleh orang Islandia. Namun nama tersebut adalah nama untuk anak laki-laki. Saat baru lahir, gadis itu diperbolehkan menyandang nama Blaer kerana pendeta yang membaptisnya melakukan kekeliruan dan mengizinkan nama tersebut dipakai.
Ibunda gadis itu, Bjork Eidsdottir, mengaku bahawa dia tidak mengetahui kalau nama anak perempuannya tidak ada dalam daftar nama Islandia.
“Saya tidak tahu nama tersebut tidak ada dalam daftar, saya baru mengetahuinya setelah pendeta yang membaptis anaka saya mengatakan ia telah keliru karena menizinkan nama tersebut,” ujarnya, seperti dikutip Foxnews, Sabtu (5/1/2013).
Pemerintah Islandia memiliki daftar yang terdiri dari 1.712 nama laki-laki dan 1.853 nama perempuan. Beberapa nama yang ditolak antara lain “Satania” karena dianggap dekat dengan nama setan dan “Carolina” karena huruf “c” tidak ada dalam alphabet Islandia.
Selama ini, warga Islandia harus memberikan nama anaknya sesuai dengan daftar yang dimiliki oleh pemerintah. Daftar tersebut dibuat pemerintah agar orang tua tidak membuat nama yang aneh yang dapat membuat sang anak mendapat ejekan di lingkungannya.
Blaer sendiri merupakan nama yang umum dimiliki oleh orang Islandia. Namun nama tersebut adalah nama untuk anak laki-laki. Saat baru lahir, gadis itu diperbolehkan menyandang nama Blaer kerana pendeta yang membaptisnya melakukan kekeliruan dan mengizinkan nama tersebut dipakai.
Ibunda gadis itu, Bjork Eidsdottir, mengaku bahawa dia tidak mengetahui kalau nama anak perempuannya tidak ada dalam daftar nama Islandia.
“Saya tidak tahu nama tersebut tidak ada dalam daftar, saya baru mengetahuinya setelah pendeta yang membaptis anaka saya mengatakan ia telah keliru karena menizinkan nama tersebut,” ujarnya, seperti dikutip Foxnews, Sabtu (5/1/2013).
Pemerintah Islandia memiliki daftar yang terdiri dari 1.712 nama laki-laki dan 1.853 nama perempuan. Beberapa nama yang ditolak antara lain “Satania” karena dianggap dekat dengan nama setan dan “Carolina” karena huruf “c” tidak ada dalam alphabet Islandia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar